Rabu, 01 Agustus 2018

Desa Pesisir Tapi Krisis Air


KONDISI DESA AMBAT, KECAMATAN TLANAKAN, KABUPATEN BANGKALAN


Desa Ambat terletak di Kabupaten Pamekasan, Kecamatan Tlanakan dimana desa Ambat ini memiliki 8 dusun. Beberapa dusun yang telah kami kunjungi yaitu Dusun Duko, Dusun Laok Sabeh, Dusun Atoran, dan Dusun Tambeng. Dari ke empat dusun tersebut kami
dapat menyimpulkan tentang kondisi dan potensi yang ada di desa Ambet. Kondisi sumber daya alam didaerah perbatasan Pamekasan-Sampang tersebut begitu sangat di sayangkan. Hamparan persawahan yang merupakan sumber penghasilan masyarakat setempat, harus kering kelontang disebabkan oleh minimnya sumber air yang sangat miris sekali.

Ketersediaan sumber air menjadi masalah utama yang dirasakan oleh warga Desa Ambat. Warga yang di dominasi oleh petani harus berjuang memenuhi kebutuhan sandang pangannya dengan cara membeli air tangki keliling untuk tetap bertahan hidup dan kebutuhan lahan sawah. Pilihan tersebut bagi warga ekonomi menengah ke bawah bukanlah pilihan yang mudah. Mengingat banyaknya kebutuhan yang harus terpenuhi, warga pun harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk tetap membeli air bersih dari penjual air tangki keliling.

”Kami sempat membeli air dari PDAM, hanya saja setelah beberapa bulan pemakaian air PDAM pun ikut kering, tidak dapat memenuhi kebutuhan kami. Dan kami juga sudah pernah melakukan pengeboran air sumur secara besar-besaran, namun hasilnya ya sama saja jumlah air yang ada di desa sangatlah minimalis, sehingga kami memutuskan untuk membeli air tangki saja untuk tetap melangsungkan hidup dan bercocok tanam.” Ujar Pak aziz selaku anak Kepala Desa Ambat.

Sampai saat ini permasalah sumber air menjadi permasalahan kompleks bagi warga Ambat tersendiri. Belum ada solusi khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut. Anehnya ada dusun yang letaknya di pesisir laut Desa Ambat yang memiliki beberapa sumur yang masih aktif dan dapat mencukupi kebutuhan masyarakatnya. “Di dusun Laok Sabeh ada beberapa sumur yang memiliki sumber air yang cukup besar dan bisa dipakai warga setempat untuk kebutuhan sehari-hari dan juga untuk kebutuhan cocok tanam. Warga laok sabeh tidak perlu membeli air bersih seperti dusun-dusun lain karena sumur mereka tidak asin dan tidak kering pula. Hanya saja air tidak dapat di alirkan ke dusun lain karena jarak antar dusun lumayan jauh.” Begitu tutur dari Mas Deri selaku warga desa Ambat.


0 komentar:

Posting Komentar