Minggu, 12 Agustus 2018

Sejarah Desa Ambat


Sejarah Desa Ambat

Pada zaman dahulu, ada seorang kyai datang yang tidak dikenal identitas dan asal usulnya. Kedatangan beliau ke Desa Ambat yaitu untuk berdagang dan sekaligus menyebarkan agama Islam, maka dari itu jelasnya bahwa kedatangan beliau ke Desa Ambat yaitu untuk berdagang dengan dibuktikannya barang dagangannya yaitu Al-Qur’an. Konon kyai tersebut datang dengan tidak diketahui asal usulnya, hanya beliau ketika ditanya hanya menjawab “aku datang dari jauh nan sama.
Beliau tiba di Desa Ambat dengan sendirian dan hanya berjalan kaki sehingga beliau kelelahan dikarenakan perjalanan beliau yang sangat jauh dan sesampainya di Desa Ambat yang bertempat di Dusun Laok Saba tepat dipinggir raya, beliau berhenti karena kelelahan yang sangat parah dan beliau jatuh sakit yang diistilahkan oleh masyarakat Desa Ambat atau dengan sebutan “TASAMBET” sehingga nyawanya tidak tertolong dan sampai sekarang kuburan beliau dianggap keramat oleh masyarakat Desa Ambat dan sekitarnya dengan sebutan “BUJHU’ NYAMBET”. Sejak kejadian tersebut masyarakat menamakan desanya dengan sebutan Desa “AMBET.”
Sejarah Pemerintahan Desa Ambet
Sejak dahulu sampai sekarang Desa Ambat sudah berbetuk Desa yang dipimpin oleh seorang klebun (kepala desa) yang mebawahi 8 dusun yaitu :
1. Dusun Lok Saba
2. Dusun Tambeng
3. Dusun Duko
4. Dusun Tengah
5. Dusun Smalang
6. Dusun Atoran
7. Dusun Malding
8. Dusun Trasang
Tiap dusun dipimpin oleh seorang Pamong yang dibantu oleh para tokoh agama serta beberapa pemuka masyarakat lainnya dan juga dijaga oleh hansip sebagai penanggung jawab keamanan Desa. Mereka semua menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Oleh karena itu sebagai balas jasa terhadap mereka yang telah memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Bapak Kepala Desa memberikan wewenang terhadap mereka untuk mengelola tanah kongsi/percaton.
Dari masa berdirina Desa Ambet ini sampai sekarang, sudah beberpa kali mengalami pergantian Kepala Desa yang dapat peneliti tulis adalah sebagai berikut:
1. Dari tahun 1945 s/d 1950 dipimpin oleh KH. Abd. Majid
2. Dari tahun 1951 s/d 1954 dipimpin oleh Bpk. Rajeni
3. Dari tahun 1955 s/d 1957 dipimpin oleh Bpk. Muslihah
4. Dari tahun 1958 s/d 1972 dipimpin oleh Bpk. Artiwan
5. Dari tahun 1973 s/d 1984 dipimpin oleh Bpk. Mistahal
6. Dari tahun 1985 s/d 1998 dipimpin oleh Bpk. H. Sunarji
7. Dari tahun 1999 s/d 2006 dipimpin oleh Bpk. Madi
8. Dari tahun 2007 s/d sekarang dipimpin oleh Bpk. Syamhari

0 komentar:

Posting Komentar